Rabu, 13 April 2016

Ilmu Budaya Dasar dengan film "Good Will Hunting"

Hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan sebuah film “Good Will Hunting”.




          Menurut saya, Sangatlah berkaitan film Good Will Hunting dengan Ilmu Budaya Dasar. Karena film ini mengisahkan tentang perjuangan, cita cita dan jati diri seseorang. jati diri dan kasih sayang ini juga masuk ke dalam SAP Ilmu Budaya Dasar. salah satunya, manusia dan cinta kasih. pada film ini menunjukan seorang will yang hidup sebatang kara sebagai seseorang yang yatim piatu, tidak pernah diberikan rasa kasih sayang dari kecil. karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari seseorang yang dekat dengannya, di asuh oleh ayah angkat yang ringan tangan membuatnya menjadi pribadi yang angkuh dan emosional, disini menunjukkan bahwa kasih sayang dan cinta sangat lah dibutuhkan oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. Karena tanpa adanya cinta dan kasih sayang dari orang terdekat, maka kehidupan akan lah semakin hampa dan merasa sudah tidak bersemangat, karena buat apa bersemangat jika tidak ada juga yang menyemangatinya? Namun di dalam film akhirnya Will dipertemukan oleh Sean yang merupakan seorang psikiater yang tertarik dengan pasiennya sehingga ia mengantarkan will pada jati dirinya.

          Will yang menderita sejak kecil juga masuk ke dalam IBD manusia dan penderitaan yang dimana penderitaan seseorang dapat mempengaruhi psikologinya. Will yang menderita akhirnya ia pun tidak ingin dunia tahu dan tidak ingin berbagi pada dunia bahwa jeniusnya dirinya. Pandangan kehidupan dan tanggung jawab yang dibebankan dari Will sangat lah berat, hal ini yang membuat Will tidak bersamangat atas kehidupannya sampai ia pun lupa satu hal yang sangat berarti bagi kehidupannya, yakni tujuan hidup, harapan yang di inginkan oleh setiap orang di muka bumi ini membuat Will senantiasa lupa dan kehilangan kesadaran. Dan hal ini adalah salah satu sesuatu yang pokok yang harus manusia miliki dan jangan sampai manusia hidup tetapi tidak memiliki tujuan. Karena itu kita harus memiliki tujuan hidup yang jelas agar hidup lebih berarti.


Sumber Referensi: http://ardea-bagas-w.blogspot.co.id/2016/04/ilmu-budaya-dasar-dan-film-good-will_10.html


Resensi Film Good Will Hunting

Resensi Film Good Will Hunting




Sutradara            : Gus Van Sant.
Naskah                : Matt Damon, Ben Affleck.
Pemeran              : Robin WIlliams,  
                             Matt Damon, 
                             Ben Affleck, Stellan, 
                             Minnie Driver,
                             Casey Affleck,
                             Cole Hauser.
Rate                     : Dewasa.
Penerbit, Tahun    : Miramax Films, 1997



          Good Will Hunting adalah salah satu film yang di terbitkan pada tahun 1997 yang di sutradarai oleh Gus Vant Sant. Menceritakan sebuah kisah seseorang yang bernama "Will Hunting" seseorang yang Jenius yang berkerja sebagai petugas kebersihan di suatu universitas terkenal di dunia. Film yang ditulis oleh Matt Damon dan Ben Affleck ini mendapatkan beberapa penghargaan untuk penghargaan di dunia perfilman, tidak heran mengapa film ini termasuk film yang bisa membangun pemuda-pemuda dalam menentukan tujuannya. Will Hunting adalah seorang yatim piatu yang berpindah pindah panti asuhan. karena will sejak kecil ditinggal oleh kedua orang tuanya, will terbentuk dengan karakter yang emosional. tetapi dengan seorang yang yatim piatu will tidak patah semangat untuk rajin belajar dan membaca berbagai macam buku. will adalah seorang yang sangat jenius, iya bisa mengerjakan soal yang sangat sulit dipecahkan, tetapi will mempunyai sifat yang buruk.Karena kejeniusannya tersebut membuat Prof. Gerald Lambeau yang diperankan oleh Stellan SkarsgĂ„rd merasa Will perlu dikenalkan kepada dunia dan menjalankan kehidupannya yang layaknya seorang professor ataupun pentinggi ilmu pengetahuan lainnya, namun karena keadaan Will yang dari kecil tidak memiliki kasih sayang membuatnya sangat lah keras dan tidak ingin melanjutkan obsesi Prof. Lambeau ini.

          Berbagai psikiater telah di datangkan oleh Prof. Lambeau demi mengubah sifat will yang buruk, tetapi tidak ada satu pun yang bisa membujuk will dan akhirnya Will di pertemukan oleh rekan kuliah Prof. Lembeau bernama Sean Maguire, Sean yang diperankan oleh Robin Williams memerankan seorang psikolog kesepian karena kematian istrinya. Will yang mempunyai tugas karena kelalaiannya kepada kepolisian membuat ia harus tetap berada dibawah pengawasan Prof. Lembeau dan setiap minggu setiap 2 kali harus mengunjungi Sean untuk berkonsultasi.

          Pertemuan pertama Will dan Sean tidak berjalan dengan baik. Sean sempat emosi karena sifat will, tetapi sebagai konsultan yang profesional, sean tidak putus asa ,mencoba membimbing will. Kasih sayang, cinta, peduli, kehormatan, dan tujuan hidup adalah hal yang Will pelajari bersama Sean. Sean tidak ingin menyerah kepada pasien yang sangat menarik perhatian dirinya dan ia belajar dari will “apapun yang terjadi dalam hidup kita, jangan pernah takut dan perjuangan tidak boleh berhenti”.

          Film yang dibintangi oleh penulisnya sendiri ini juga menyajikan tentang kisah kasih sayang dan kesetiaan dalam persahabatan antara Will dan Chuckie Sullivan (Ben Affleck), sahabat terdekat Will, ingin melihat Will sukses dan tidak mengikuti jejaknya yang hanya menjadi pekerja kasar tanpa masa depan cerah. Will adalah orang yang sangat jenius, sehingga ia tidak boleh menyia-nyiakan hidup dan bakat yang dimiliknya. Chuckie sangat yakin dan percaya bahwa masa depan cemerlang menanti Will. Sean berusaha membuat Will agar menumpahkan segala kesedihan masa lalunya. Dan itu sangat sulit sekali. Hingga akhirnya benteng pertahanan Will hancur, yang membuat Will menangis dipelukan Sean. Akhirnya Will berhasil menjadi pemuda yang baik. Dan hubungan antara Sean dan Will tetap terjalin dengan baik.

          Dinilai secara keseluruhan, Film ini sangatlah baik ditonton para remaja sebagai pembelajaran untuk menemukan jati dirinya. Semua masalah dapat diselesaikan dengan pembicaraan dengan baik, bukanlah dengan emosi. Anugrah yang diberikan oleh Tuhan yang maha ESA harus kita syukuri dan kita latih potensi yang kita miliki.Dan jangan melihat seseorang hanya dari tampilan fisiknya. Will menganggap Sean sebagai psikiater yang tidak baik pada awalnya, Namun pada akhirnya Sean lah yang dapat membuka hati, membimbing dan memotivasi Will dengan sangat baik, dan menjadikan will menjadi seseorang yang terbuka dan bertanggung jawab. Dan pada akhirnya Will dapat menjadi seseorang yang Jenius dan berkepribadian yang baik.


Sumber Referensi: http://ardea-bagas-w.blogspot.co.id/2016/04/resensi-film-good-will-hunting-1997.html